Jumat, 07 September 2012

TUGAS PERTAMA MATA KULIAH DATABASE SYSTEM(Achmad Bachris)

NAMA:AR RA'UUF SHIDDIQ
KELASTMJ AEU 1
NIM:4812020004
DOSEN PENGAJAR:pak achmad bachris


System Basis Data ( Database System )


Pangkalan data atau basis data (bahasa inggris: database), atau sering pula dieja basis data, adalah kumpulan informasi simpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengelola dan memanggil kuery (query) basis data disebut sistem manajemen basis data (database management system, DBMS). Sistem basis data dipelajari dalam ilmu informasi

Istilah "basis data" berawal dari ilmu komputer. Meskipun kemudian artinya semakin luas, memasukkan hal-hal di luar bidang elektronika, artikel ini mengenai basis data komputer. Catatan yang mirip dengan basis data sebenarnya sudah ada sebelum revolusi industri yaitu dalam bentuk buku besar, kuitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis.
Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringanmenggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.
Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (database management system/DBMS). Jika konteksnya sudah jelas, banyak administrator dan programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut.


Metadata



Metadata adalah informasi terstruktur yang mendeskripsikan, menjelaskan, menemukan, atau setidaknya membuat menjadikan suatu informasi mudah untuk ditemukan kembali, digunakan, atau dikelola. Metadata sering disebut sebagai data tentang data atau informasi tentang informasi. Metadata ini mengandung informasi mengenai isi dari suatu data yang dipakai untuk keperluan manajemen file/data itu nantinya dalam suatu basis data. Jika data tersebut dalam bentuk teks, metadatanya biasanya berupa keterangan mengenai nama ruas (field), panjang field, dan tipe fieldnya: integer, character, date, dll. Untuk jenis data gambar (image), metadata mengandung informasi mengenai siapa pemotretnya, kapan pemotretannya, dan setting kamera pada saat dilakukan pemotretan. Satu lagi untuk jenis data berupa kumpulan file, metadatanya adalah nama-nama file, tipe file, dan nama pengelola (administrator) dari file-file tersebut.

Fungsi metadata

Metadata memberikan fungsi yang sama seperti katalog yaitu:
- membuat sumberdaya bisa ditemukan dengan menggunakan kriteria yang relevan;
- mengidentifikasi sumberdaya
- mengelompokkan sumberdaya yang serupa
- membedakan sumberdaya yang tak miliki kesamaan
- memberikan informasi lokasi

Jenis metadata

Terdapat tiga jenis utama metadata:
1. Metadata deskriptif menggambarkan suatu sumberdaya dalam maksud seperti penemuan dan identifikasi. Dia bisa meliputi elemen semisal judul, abstrak, pengarang, dan kata kunci.
2. Metadata struktural menunjukkan bagaimana kumpulan obyek disusun secara bersama-sama menjadi satu, semisal bagaimana halaman-halaman ditata untuk membentuk suatu bab.
3. Metadata administratif menyediakan informasi untuk membantu mengelola sumberdaya, semisal terkait kapan dan bagaimana suatu informasi diciptakan, tipe dokumen dan informasi teknis lainnya, serta siapa yang bisa mengaksesnya.


SOFTWARE GENERAL PURPOSE

Dalam perangkat lunak komputer bahasa pemrograman mempunyai tujuan umum yaitu bahasa pemrograman yang dirancang untuk digunakan untuk menulis perangkat lunak dalam berbagai domain aplikasi. Dalam banyak bahasa tujuan umum hanya memiliki status ini karena tidak termasuk bahasa konstruksi dirancang untuk digunakan dalam domain aplikasi tertentu (misalnya, bahasa deskripsi halaman berisi konstruksi dimaksudkan untuk membuatnya lebih mudah untuk menulis program yang mengontrol tata letak teks dan gambar pada halaman).
Sebuah bahasa domain-spesifik yang dirancang untuk digunakan dalam domain aplikasi tertentu.
Berikut ini adalah jenis-jenis perangkat lunak:

Perangkat Lunak mencakup semua berbagai bentuk dan peran yang data digital yang tersimpan dapat memiliki dan bermain di sebuah komputer (atau sistem serupa), terlepas dari apakah data yang digunakan sebagai kode untuk CPU, atau interpreter , atau apakah itu merupakan jenis lain dari informasi . Software sehingga mencakup berbagai macam produk yang dapat dikembangkan dengan menggunakan teknik yang berbeda seperti biasa bahasa pemrograman , bahasa scripting , microcode , atau FPGA konfigurasi.

Jenis-jenis perangkat lunak termasuk halaman web yang dikembangkan dalam bahasa dan kerangka kerja seperti HTML , PHP , Perl , JSP , ASP.NET , XML , dan aplikasi desktop seperti OpenOffice.org , Microsoft Word dikembangkan dalam bahasa seperti C , C + + , Objective-C , Java , C # , atau Smalltalk . Aplikasi perangkat lunak biasanya berjalan pada perangkat lunak yang mendasari sistem operasi seperti Linux atau Microsoft Windows . Software (atau firmware ) juga digunakan dalam video game dan untuk bagian-bagian dikonfigurasi dari logika sistem mobil , televisi , dan lainnya elektronik konsumen .

 Praktis sistem komputer membagi sistem perangkat lunak ke dalam tiga kelompok utama : sistem perangkat lunak , perangkat lunak pemrograman dan perangkat lunak aplikasi

Software Database

Software Database adalah program aplikasi yang digunakan untuk menghimpun data-data. Kami membuat software ini untuk bisa digunakan di berbagai instansi atau individu yang sangat beragam. Bisa dicustomize sendiri, disesuaikan dengan kebutuhan. Bisa untuk mendata pelanggan, mendata barang, mendata kontak, mendata reseller, mendata berbagai macam kebutuhan. Sebagai contoh, seorang programmer menggunakan software ini untuk: mendata pelanggan, reseller, calon pelanggan, skrip referensi kode program, artikel hasil browsing, link-links menarik dan lain-lain. Contoh lain lain, seorang kaskuser menggunakan software ini bisa untuk mendata cendol, bata merah dll. Contoh lain lain, seorang tukang jahit bisa menggunakan software ini untuk: mendata pelanggan, mendata pesanan, mendata hasil pengukuran dll. Contoh lain lagi, seorang pedagang menggunakan software ini untuk: mendata suplier, mendata pelanggan dll. Contoh lain lagi, jika anda polisi yg bertugas di kantor untuk laporan kehilangan, jika di tempat anda belum ada software database, anda bisa menggunakan software ini untuk mendata diri seseorang yang lapor kehilangan barang. Kami dari Pihak Indoaplikasi.com selain menjual software ini, kami juga menggunakan software ini untuk mendata Pelanggan, Reseller, Calon Pelanggan, Pesanan, Referensi skrip program, artikel hasil browsing, dan link-links menarik di internet. Contoh software database diantaranya adalah DB2, Microsoft SQL Server, Oracle, Sybase, Interbase, XBase, MySQL, Microsoft Access


Fungsi Construck

Constructor merupakan sebuah fungsi yang digunakan untuk menginisialisasikan suatu object baru. Ada aturan yang berbeda dalam PHP 3 dan PHP 4, dimana pada PHP 3, sebuah fungsi constructor merupakan fungsi yang memiliki nama yang sama dengan nama class tersebut dan bisa berasal dari class induknya. Sedangkan pada PHP 4 definisi sama namun ada tambahan jika fungsi constructor yang berasal dari class induknya maka namanya harus sama dengan nama class induknya.Untuk lebih jelasnya lihat contoh berikut :
1 class A {
2 function A() { } ; // fungsi constructor
3 function B() { } ; // fungsi biasa
4 }
5
6 class B extends A{
7 function C() ; // fungsi biasa
8 }


Penjelasan Pada PHP 3 class B akan menggunakan fungsi B() sebagai constructornya padahal fungsi B() hanya merupakan fungsi biasa. Ini dikarenakan PHP 3 menganggap fungsi constructor merupakan fungsi bernama sama dengan classnya. Lain halnya PHP 4, class B akan menggunakan fungsi constructor A() karena fungsi ini mengacu pada fungsi utamanya, yaitu class A bukan class B.

Catatan Pada PHP 3 maupun PHP 4 tidak ada fungsi destructor. Fungsi destructor merupakan fungsi yang dipanggil secara otomatis ketika object itu dihapus dari memori. Untuk mendapatkan efek dari fungsi destructor maka php menyediakan fungsi register_shutdown() dan unset()

Karakteristik Database dalam Database Management System (DBMS)

Database memiliki tiga karakteristik utama, yaitu:
- Data yang sama dapat diakses secara serempak oleh beberapa pengguna untuk berbagai kegunaan yang berbeda.
- Data tidak bergantung kepada struktur penyimpanan atau cara membaca data dari program aplikasi, atau data bersifat transparan terhadap program aplikasi.
- Data memiliki integritas (yaitu akurasi dan validasi) yang terkendali.
Strategi akses terhadap data yang bersifat logik, menyebabkan database berbeda dari file-file komputer yang lain. Aplikasi sangat bergantung pada struktur data yang dimiliki oleh database, karena itu aplikasi tidak mengetahui bagaimana data disimpan pada database. Database memiliki sifat terbebaskan dari keadaan fisik data yang dapat menyebabkan database mengembang ukurannya, tetapi hal tersebut dapat mudah diatasi dengan cara dipindahkan ke sistem yang lebih besar lagi tanpa menulis ulang aplikasinya.

Konsep aplikasi dalam Database Management System
Definisi Aplikasi
Aplikasi adalah sebuah program komputer yang dibuat khusus untuk menjalankan fungsi-fungsi tertentu sesuai dengan kebutuhan pengguna yang digunakan untuk mempercepat suatu pekerjaan. Dengan menggunakan sistem komputerisasi, diharapkan pekerjaan dapat dilakukan dengan cepat. Aplikasi dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu aplikasi yang digunakan dan terhubung pada jaringan komputer (client server) dan aplikasi yang berdiri sendiri tidak terhubung dengan jaringan komputer (stand alone).

Arsitektur Aplikasi Stand Alone
Aplikasi stand alone adalah aplikasi komputer yang dapat dijalankan hanya pada satu komputer. Database dan programnya menjadi satu di dalam komputer tersebut, karena database dan program menyatu di dalam satu komputer maka aplikasi stand alone ini biasanya disebut sebagai aplikasi satu tingkat (one tier).

Arsitektur Aplikasi Client-Server
Arsitektur aplikasi client-server didasarkan pada hal yang sederhana yaitu komputer yang berbeda melakukan tugas yang berbeda, dan setiap komputer dapat dioptimalkan untuk tugas tertentu. Jadi masuk akal jika memisahkan DBMS dari aplikasi client.
Pada arsitektur aplikasi client-server, aplikasi dipecah-pecah ke dalam dua komponen utama yang bekerja sama untuk mencapai satu tujuan bersama. Komponen-komponen ini disebut dengan tier (tingkat), dan setiap tingkat mengimplementasikan fungsi yang berbeda-beda.

Model Dua Tingkat (Two-Tier)
Tingkat pertama dari aplikasi client-server adalah client tier atau presentation tier yang dijalankan pada sisi client. Tingkat ini mengandung kode yang menampilkan data dan berinteraksi dengan user. Dapat berupa aplikasi yang dibuat menggunakan tool developer (Visula Basic, Delphi dan tool developer lainnya) atau dapat berupa halaman web pada browser yang berinteraksi dengan database.

Model Tiga-Tingkat (Three-Tier)
Pada arsitektur dua tingakat atau client-server, client terhubung langsung ke database server. Setiap aplikasi yang terhubung ke SQL Server atau MySql dan mengambil informasi, misalnya nama pegawai atau tunjangan pegawai, adalah aplikasi client-server (two-tier). Peran dari database adalah mengakses dan meng-update data. Dengan kata lain, client bertanggung jawab menampilkan data kepada pengguna, mengirimkan input dari pengguna, mempersiapkan permintaan yang sesuai untuk database server, dan akhirnya mengimplementasikan suatu hal yang disebut Business Rules. Business Rules adalah prosedur yang khusus digunakan oleh suatu instansi atau perusahaan. Sebagai contoh instansi anda mungkin memiliki aturan yang membatasi usia maksimum seorang pegawai adalah 55 tahun untuk seorang pegawai, untuk setiap pegawai yang telah memiliki usia lebih dari 55 tahun akan dipensiunkan. Aturan-aturan seperti ini harus diterjemahkan ke dalam kode program tool developer, yang akan dijalankan pada client. Anda juga dapat menulis kode program yang akan dijalankan pada server, tetapi anda tidak dapat memindahkan semua pemrosesan kembali ke server.

Ini membawa kita ke sebuah tingkat ketiga yang disebut dengan middle tier. Tingkat menengah ini merupakan sebuah objek yang berada di antara aplikasi client dan server. Objek ini berisi fungsi-fungsi business rules (kode program) yang telah didefinisikan sebelumnya, dan akhirnya aplikasi client tidak terlalu dibebankan dengan business rule yang awalnya dijalankan di sisi client.

Keuntungan utama dari middle tier ini adalah dapat mengisolasi client dari server. Client tidak lagi mengakses database, tetapi memanggil fungsi-fungsi yang dimiliki oleh objek pada middle tier. Model aplikasi tiga tingkat ini memecah komponen-komponen aplikasi ke dalam tiga kategori atau lapisan

Presentation layer
Lapisan aplikasi ini berjalan pada client, tugas utama menampilkan informasi kepada user.

Aplication Layer
Lapisan ini dikenal sebagai lapisan bisnis yang mengandung logika dari aplikasi. Lapisan tersebut berfungsi menyederhanakan akses client kedalam database dengan mengisolasi pelayanan pengguna dari database.

Data Layer
Lapisan ini adalah database server, melayani permintaan yang dibuat oleh client.

Beberapa Istilah Penting dalam Database Management System
Terdapat beberapa istilah penting yang perlu kita pahami dalam mempelajari Database yaitu:

- SQL (Structure Query Language)
Bahasa universal yang digunakan untuk memanipulasi database dan didukung oleh semua DBMS.

- DDL (Data Definition Languange)
Salah satu pernyataan SQL yang digunakan untuk mendefinisikan tabel.

- DML (Data Manipulation Language)
Salah satu pernyataan SQL yang digunakan untuk mendefinisikan tabel.

- Client-Server
Secara umum, setiap komputer dalam sistem jaringan dapat dikategorikan menjadi dua tipe yaitu server dan client. Komputer yang menyediakan layanan (seperti database, web, mail, file, dll) kepada komputer lainnya dinamakan server. Komputer yang menghubungi komputer lain untuk meminta layanan dinamakan client. Suatu komputer dapat sekaligus menjadi server dalam menyediakan suatu layanan tertentu dan menjadi client kepada server lain. Sebagai contoh, suatu komputer web server merupakan server bagi browser (client) namun juga merupakan client bagi suatu database server yang menjadi sumber data dari data-data yang diinginkan oleh pengguna (via browser). Dalam hal ini, browser selalu merupakan client dari web server. Suatu komputer dapat menjalankan beberapa layanan sekaligus, misalkan menjalankan layanan web, database, dan mail sekaligus.

- Tool Developer
Program komputer yang digunakan untuk membuat program aplikasi komputer.

Insulation between programs and data, and data abstraction


Dalam proses file secara tradisional , perubahan struktur file akan mengubah

semua program yang mengakses file tersebut.

Program akses DBMS tidak membutuhkan perubahan dalam banyak kasus.

Struktur dari file data disimpan dalam katalog DBMS secara terpisah dari program

pengakses. Ini disebut program-data independence.

Dalam database OO atau object-relational, user dapat mendefinisikan operasi

data sebagai bagian dari definisi database. Sebuah operasi (fungsi)

dispesifikasikan ke dalam 2 bagian. Interface dari operasi meliputi nama operasi

dan tipe data dari argumennya (parameternya). Implementasi atau metode dari

operasi dispesifikasikan terpisah dan dapat diubah tanpa berefek terhadap

interface. Program aplikasi user dapat beroperasi pada data dengan meminta

operasinya melalui nama dan argumennya. Ini disebut program-operation

independence.



Kedua istilah independence ini disebut sebagai data abstraction. DBMS

memberikan user representasi konseptual data yang tidak mencakup banyak

detail bagaimana data disimpan atau bagaimana operasi diimplementasikan.

Model data merupakan tipe dari abstraksi data yang digunakan untuk

menyediakan representasi konseptual ini. Model data menggunakan konsep

logika seperti objek, property, inter relasi, yang lebih mudah dimengerti user

dibandingkan dengan konsep penyimpanan komputer.

Pada pendekatan database, struktur dan organisasi dari masing2 file disimpan

dalam katalog. User database melihat dari representasi konseptual file, dan DBMS

mengekstrak rincian penyimpanan file dari katalog.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar